komentar terbaru



Wednesday, 15 October 2008

Ini Dunia Saya

Kali ini IndoDrafter akan menampilkan artikel yang menarik dari rekan Akhmad Jujuk Ekapraya, semoga setelah membaca tulisan dari rekan kita ini, rekan-rekan drafter yang lain menjadi lebih bangga dengan profesi yang dijalani saat ini, dan bagi yang belum mengenal drafter menjadi lebih paham lagi tentang romantika kehidupan seorang drafter, selamat membaca....



Salam hangat,

Saya Akhmad Jujuk Ekapraya, kuliah S-1 Teknik Mesin UGM. (sayang gak lulus2 karena "pacaran" terlalu dalam dengan dunia drafter..hehehe)

Sejak saya mendapat mata kuliah AutoCAD, saya merasa ini "ini dunia saya" Gak punya komputer pribadi, gak punya banyak duit tuk nyewa komputer di rental..(miskin amat?) hahaha tapi bisa dapat nilai A. Sejak itu saya jatuh cinta pada dunia drafter.

Tiap karya yang saya gambar seakan punya cita rasa yang mendalam, padahal gambar standar teknik mesin kan gak ada indahnya, cuma garis2 tebal tipis, solid dan putus2 serta mengacu pada standar ISO, hehehe, tapi bagi saya itu adalah benar2 suatu state of art.

Tahun 2000, saya dapat proyek pribadi menggambar desain pabrik. Sejak itu kuliah terabaikan, padahal tinggal skripsi saja. Oh ya, untuk berbagi pengalaman, perhitungan biaya penggambaran (pernah ditanyakan oleh pengunjung blog anda.. tapi saya lupa siapa) yang saya kutip, (sebenarnya cuma itung2an saya sendiri saja) tahun 2001 sampai 2004 saya menentukan tarif 350rb per printing kertas Ao. Jadi kalo print pada kertas A3, harganya 1/8 x 350rb.

Tentu saja dengan kerumitan standar. Artinya teksnya masih bisa terbaca oleh mata. Kalo tidak salah, saya tidak mau memplot suatu gambar bila ukuran teks dengan tinggi kurang dari 2.5mm. Kenapa? Karena tentu saja pihak pembeli pengen diplot sekecil2nya, agar bisa muat banyak gambar dalam suatu lembar kertas yang kecil. Nah, setelah file diserahkan, mereka akan mengeprint ulang sendiri dengan format yang layak. Nah, jadi kita kan rugi.

Untuk full scale 3D suatu pabrik, saya pasang 1 juta. Mungkin terlalu murah yaaa? hahaha gak tau deh, tapi begitulah..

Tapi yang paling fair, tentu saja dihitung per bobot filenya. Sayangnya hal ini bisa dicurangi dengan menambah bobot file dengan teknik2 yang semua drafter bisa melakukannya. Kita kan jadi gak enak sendiri, ya gak?

Lain waktu saya ceritakan pengalaman saya lagi, bagi saya, bertemu sesama drafter adalah suatu momen seperti ketemu saudara. Entah kenapa saya dulu sangat begitu kompak dengan teman2 drafter waktu kerja di suatu perusahaan pembuat boiler di Medan.

Terimakasih juga untuk sharing file 3D yang download-able. Bagaimana cara saya berbagi hasil karya saya?

Oh ya satu pertanyaan juga, bagaimana cara membuat gambar 3D ulir, atau suatu "per" (=spring .. english) AutoCAD menolak untuk menggambar suatu "per" karena menabrak axis yang lain.

Salam hangat,

Akhmad Jujuk Ekapraya
akhmad.ekapraya [at] gmail [dot] com

***Bagi rekan-rekan lain yang ingin mengirimkan tulisan atau hasil karyanya silahkan kirim ke email indodrafter@gmail.com

4 comments:

Anonymous said...

Salam kenal,
Salut dengan profesi drafter,
Saya juga tertarik dengan dunia drafter. Dari versi rilis 14 s/d sekarang, sudah sangat banyak perubahannya.
Suka duka menjadi seorang drafter juga "sangat mendalam & berkesan". Tentunya masing-masing punya penilaian sendiri-sendiri sebagai resiko pekerjaan. Setidaknya kita mencari pengalaman mengolah seluk-beluk CAD yg blm terungkap.

Ttp semangat...

suryowidiyanto said...

kalo saya perlembar A3 100ribu, design pipeline gas

Iksan Sawaludin said...

prospek Dunia drafting memang menggiurkan, apalagi kalau sudah mengarah ke gambar 3D. :)

Pro Gambar said...

Salam drafter

http://progambar.blogspot.com/p/pompa-instalasi.html

Web Pages referring to this page
Link to this page and get a link back!